Tags

, , , ,

Bagaimana hegemoni Suharto untuk mendepolitisasi anak muda di negerinya bukan hanya sampai konstruksi bahasa “remaja” dan “pemuda”, melainkan mencapai perkara gaya rambut. Topik ini menarik, hanya saja sepertinya memang materinya kurang banyak untuk benar-benar diolah menjadi sebuah buku. Sehingga ulasan permasalahan intinya sendiri hanya kebagian porsi sedikit, dan kurang padat.

Advertisements