Tags

, , ,

Banyak yang mengatakan bahwa Arus Balik sejatinya lebih dahsyat dari Tetralogi Pulau Buru yang kadung melanglang reputasinya itu. Bagi saya, Tetralogi terasa lebih dekat dan bertaring. Namun, sangat-sangat tak bisa disalahkan mereka yang lebih menjagokan novel babon ini. Secara teknis penceritaan, tampak lord Pram ini lebih canggih dari sebelumnya, mungkin sedang di masa puncak kekaryaannya. Apalagi jika menilik kekayaan referensi sejarahnya di sini yang terkesan lebih meraung-raung.

Pada prinsipnya, Arus Balik menjadi bukti bahwa Pram sebagai seorang penulis belum selesai di Tetralogi.

 

 

Advertisements