Tags

, , , , ,

Kenapa buku ini perlu dibaca? Atau pertanyaan besarnya adalah….

Kenapa kita harus menulis dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar?

Ribet, bukankah yang penting dari tulisan adalah bobot isinya dan bisa dibaca?

Maka, ini jawaban saya:

  1. Fungsi Sosial dan Budaya

  • Pasti kamu pernah salah paham atau tersedat-sendat dalam berkomunikasi karena lawan bicara menggunakan kata-kata dari bahasa yang tidak kita kenal? Pada dasarnya bahasa bisa berfungsi sebagaimana bahasa hanya jika dipahami penutur dan penerimanya secara serupa. Perlu ada kesepakatan bersama yang terstandarisasi dalam pemaknaan dan penggunaan bahasa. Karena itulah bahasa Indonesia berhasil mempersatukan rakyat. Indonesia belum tentu bisa membangun pergerakan nasional untuk meraih kemerdekaan jika tidak ditemukan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang dapat dipahami bersama oleh beragam suku dan kelompok di Nusantara. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan telah berfungsi secara efektif sebagai alat komunikasi antarkelompok, antarsuku, dan antardaerah. Bahkan, salah satu cara umat islam menyatukan Arab di zaman kekhalifahan adalah dengan memproklamirkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi. Maka bayangkan masa depan ketika semua orang lebih suka memakai bahasa daerah, bahasa asing, atau bahasa slang-nya sendiri-sendiri. Lama kelamaan kita akan kehilangan standar komunikasi yang menyebabkan kendala dalam terhambatnya proses sosialisasi, belajar mengajar, serta pengiriman informasi dan ilmu pengetahuan, termasuk kesalahpahaman yang berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa. Itulah kenapa ketahanan bangsa diawali dari penjagaan bahasa.
  • Media massa pantas disebut sebagai institusi bahasa. Kita memiliki peran untuk memasyarakatkan bahasa Indonesia yang merupakan salah satu bahasa paling kaya di dunia. Kita memiliki akses dan kuasa yang sangat besar untuk dapat memperkenalkan istilah-istilah atau diksi-diksi bahasa Indonesia ke masyarakat. Ini bukan demi romantisisme idealis semata. Contoh konkret keuntungannya adalah bagaimana bahasa Indonesia berpeluang diresmikan sebagai bahasa utama ASEAN dalam sistem Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) lantaran memiliki banyak sekali penutur. Semakin luas penggunaan bahasa Indonesia, kita sebagai insan yang lebih dulu menguasainya akan mendapatkan banyak keuntungan di tatanan internasional.
  1. Fungsi Praktis

  • Pada umumnya, setiap tim redaksi media massa selalu memiliki bahasa redaksional sendiri, yakni standar penggunaan bahasa yang diterapkan dalam produksi konten-kontennya. Selain menghindarkan konten-konten untuk tampak buruk di mata pembaca karena tidak memiliki konsistensi penulisan, standar bahasa redaksional juga akan mempermudah kinerja editing. Pun EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) dipilih karena merupakan standar universal yang bisa dicari dan dipelajari dengan mudah di internet dan berbagai sumber.
  • Penerapan bahasa yang baik dan benar sangatlah penting untuk membangun branding dan value media! Bagaimanapun, akan tampak lebih berkelas jika penulis tampak punya kapasitas berbahasa yang mumpuni. Selain dampaknya tidak tanggung-tanggung untuk kualitas konten di mata pembaca, hal ini juga menunjukan kualitas SDM di belakang media terkait. Apalagi tak sedikit orang, terutama mereka yang berpengaruh di ranah industri media dan jurnalisme yang amat kritis terhadap penggunaan bahasa sebuah media. Citra dan impresi atas Hipwee menjadi sangat dipertaruhkan.
  • Pada dasarnya penulisan sesuai EBI memang otomatis mampu memperlancar penyampaian isi tulisan dari penulis ke pembaca. Dalam diri penulis harus tertanam kalau mereka menulis sesuatu untuk dibaca orang lain. Setiap gagasan dalam tulisan harus jernih pengutaraannya, karena itu penulis dituntut menggunakan bahasa baku.
  • Ini juga terkait dengan pengembangan kualitas penulis Hipwee. Terdapat banyak media atau ruang kepenulisan lain yang sangat ketat menerapkan EBI. Demi kepentingan karier penulis Hipwee sendiri, agaknya perlu dibiasakan untuk menguasai penulisan EBI agar tidak kesulitan ketika nantinya diminta menulis untuk ruang-ruang di luar Hipwee.
  • Sama seperti games atau permainan, bukankah selalu lebih menyenangkan jika ada aturannya? Kemerdekaan menulis memang tetap menjadi milik penulis. Namun, mengutak-atik penggunaan EBI sendiri dengan dalih kreativitas patut dipertanyakan. Penulis yang andal biasanya cenderung tidak kesulitan dan malah menikmati prinsip kerja untuk berusaha kreatif tanpa menyimpang dari aturan main.

* By the way, tulisan ini adalah rancangan halaman pertama dari buku putih yang saya garap untuk tim redaksi Hipwee.

Advertisements