Tags

, , , , ,

Hasil gambar untuk captain fantastic poster

Matt Ross

Drama

Sudah berulang kali saya mendengar dialog semacam ini:

Si A: “Omong kosong. Bagaimana mau menumpas kapitalisme kalau ponsel kita saja masih iPhone, kerja pakai laptop Mac.”

Si B : “Loh, persoalan kapitalisme tidak sedangkal dari barang apa yang kita pakai. Kita memang sudah tidak mungkin bisa lepas sama sekali dari produk-produk kapitalis. Yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkannya untuk melakukan perlawanan balik. Mau tidak mau, kompromi harus dilakukan, kecuali kamu TINGGAL DI HUTAN sana……..”

…………..dan Ben Cash (Viggo Mortensen) bersama 6 anaknya benar-benar melakukannya di Captain Fantastic.

Kita juga terbiasa melabelkan istilah “terbelakang” atau “tertinggal” pada cara pandang dan gaya hidup yang tidak selaras dengan apa yang kita kenal dengan kehidupan modern. Perkotaan dianggap lebih maju dari pedesaan. Yang trendi dianggap lebih maju dari yang tradisional. Padahal, apa benar kemajuan zaman sejalan dengan kemajuan manusianya?

Sudah tahu Jakarta macet, banjir dan sumpek, masih ada orang pindah ke sana. Apa ini pikiran orang maju?

Sudah tahu tas Hermes punya harga yang jauh melebihi nilai gunanya, masih ada orang yang beli. Apa ini pikiran orang maju?

Tentu saja tidak sesederhana itu. Ada banyak hal yang membuat pertanyaan itu tidak bisa dijawab secara hitam putih. Semuanya tersusun dalam apa yang dinamakan sistem masyarakat.

“Anak-anak itu butuh struktur yang stabil. Mereka harus sekolah yang sebenarnya, agar nanti bisa kerja…” – ini bukan kebutuhan akan kemajuan, melainkan kebutuhan sistem. Sekali masuk di dalamnya, apa saja kebutuhan kita mulai lepas dari kendali kita sendiri.

Apa yang dilakukan Cash kemudian adalah mengajak anak-anaknya untuk bertahan hidup di luar sistem. Merdeka dari jejaring media baru, pendidikan formal, dan candu agama. Dari metode Cash menggunakan pola didikan kedisiplinan ala militer dan satu komando pada putra-putrinya, tampak jelas pandangannya lebih ke marxisme dibanding anarkisme. Captain Fantastic adalah tentang pertanyaan “adakah kemungkinan marxisme bisa hidup berdampingan dengan era kapitalisme hari ini?”

Hasil gambar untuk captain fantastic

Namun, Captain Fantastic bukan film propaganda komunisme. Justru sebaliknya. Kendati gaya hidup Cash dan keluarganya dilukiskan ideal di sepertiga awal film, namun ketika berhadapan dengan konflik, Captain Fantastic akhirnya menjadi perayaan kemenangan kapitalisme. Hollywood masih tetap milik Amerika Serikat.

Entah bagaimana di masa depan, konsep dialektika dari Hegel (hegemoni akan selalu melahirkan hegemoni baru) masih masuk akal di kepala saya. Namun, saya juga percaya bahwa komunisme itu sangat konstektual atau bergantung pada zaman. Itulah kenapa mereka pernah bisa menjadi ideologi politik terbesar di dunia (satu milyar orang, sepertiga populasi dunia), tapi tiba-tiba langsung rontok berjamaah juga. Lingkungan memang tidak lagi mendukung. Komunisme bukan kelompok gangster atau zombie yang segampang itu muncul, mengajak perang, lalu menguasai dunia. Ada bangunan sosial budaya politik yang mesti dibangun dalam sebuah sistem masyarakat.

Apa yang saya pikir masih bisa kita pinjam dari marxisme untuk menjalani masa ini adalah tiga hal: pola pikir kritis (termasuk kritik agama), kesadaran kelas, dan semangat revolusi. Sayangnya, hanya pola pikir kritis yang ditampilkan Cash di Captain Fantastic. Revolusi apa yang bisa lahir jika ia memilih untuk melarikan diri ke hutan? Ia hanya menyelamatkan keluarganya, tapi tidak benar-benar berkonfrontasi dengan kelas penguasa. Seberapa besar peluang menghasilkan perubahan tanpa gelar akademik formal, dan hanya menguasai keterampilan senjata seakan ia hidup di jagat Hunger Games? Mereka anti-kapitalisme tapi tidak mengenal Nike? Mengira berciuman dengan wanita adalah sebuah fase krusial menuju jenjang pernikahan? Kendati Cash tampak sangat terbuka dalam “kelompoknya” dengan mengizinkan anaknya minum anggur dan tak ragu menjawab pertanyaan-pertanyaan tabu masyarakat (model oriented person menurut Basil Bernstein), namun ia amat normatif di lain hal. Cash adalah  contoh ultra kiri yang punya gejala menjelma menjadi ultra kanan. 

 

Best Lines: 

Ben: The bill of rights.

Zaza: Amendment one: Congress shall make no law respecting an establishment of religion,or prohibiting the free exercise thereof; Or abridging the freedom of…

Ben: Stop. Regurgitating memorized amendments. isn’t what I’m asking for. Just tell me something about it in your own words.

Zaza: Without the bill of rights, we’d be more like China. Here, at least, we don’t have warrantless searches. We have free speech. Citizens are protected from cruel and unusual punishments…

After Watch, I Listen: Rise Against – Make It Stop

Advertisements