Tags

, ,

Pertama kalinya saya jadi korban ilusi pesona kover dan label Best Seller. Isi buku tebal ini seperti masuk keluar kepala begitu saja. Bahkan sampai di halaman-halaman tengah, saya sempat mempertimbangkan untuk berhenti membacanya. Sesuatu yang di luar kebiasaan saya dalam membaca buku.

Sejarah Dunia Yang Disembunyikan berusaha membongkar besar-besaran sejarah dunia. Mulai dari asal mula alam semesta hingga analisis kehadiran Anti Kristus—eksistensinya setara dengan Dajjal dalam kepercayaan islam—di masa sekarang. Seakan ia menceritakan sejarah dari dunia yang berbeda. Berangkat dari keyakinan akan adanya semacam konspirasi perkumpulan rahasia (“esoteris” adalah istilah yang digunakan Black), buku ini hampir sama dengan buku-buku bertopik Illuminati dan New World Order bacaan saya di masa SMA. Bedanya, Sejarah Dunia Yang Disembunyikan lebih intens menurutkan referensi historis dan kutipan sumber yang lebih kaya.

Sedari bagian Pendahuluan, Black menghimbau perlunya imajinasi yang tulus dan pikiran yang terbuka untuk dapat sepenuhnya mengikuti cerita-cerita dalam buku ini. Dilarang terbebani dengan keyakinan kita pada sejarah yang kita kenali selama ini. Karena memang benar bahwa Black seperti mendongeng di buku ini. Ia menawarkan kenyataan-kenyataan dunia alternatif, hampir tanpa memberi ruang-ruang bagi kita menganalisis perbedaannya dengan realitas yang selama ini kita tahu. Berharap saja semua pembaca mudah memberikan imannya pada segala kisah di buku ini.

Bukan berarti saya adalah kaum reaksioner yang menolak kebohongan-kebohongan sejarah. Dari sudut pandang keilmuan sosial dan politik yang saya arungi selama ini, manipulasi sejarah memang kebutuhan bagi terbentuknya tatanan kehidupan seperti sekarang. Contohnya, saya belum bisa menampik kemungkinan kebenaran flat earth.

Artinya, saya kurang bisa menerima kisah dan kebenaran dalam Sejarah Dunia Yang Disembunyikan karena trik penyuguhannya yang terlalu sewenang-wenang dan gapah gopoh. Membaca Sejarah Dunia Yang Disembunyikan menghasilkan sebuah pengalaman surealis, dalam konteks negatif.

Akan tetapi, terjemahan serampangan—yang juga dikeluhkan banyak orang—sepertinya juga adalah biangnya. Bayangkan saja mencerna wacana-wacana raksasa dalam buku ini dengan bahasa yang serabutan. Coba cek artikel dari basabasi.co yang cukup mewakili keluhan itu. Gara-gara cacat di sektor alih bahasa, sebagian besar informasi dalam Sejarah Dunia Yang Disembunyikan tetap tersembunyi.

Advertisements