Tags

, , ,

Hasil gambar untuk the martian poster

 

Ridley Scott

Adventure, Drama, Sci-fi

Ada satu syarat bagi sebuah film yang mengambil latar kisah luar angkasa untuk dapat menjadi bagian dari film-film sci-fi favorit saya, yakni tidak boleh ada alien. Come on, persoalan sosial sesama manusia saja sudah bikin ribet, kok sudah berani bawa-bawa mahkluk-mahkluk dari luar?

Dan The Martian dinyatakan lulus. Tidak ada alien. Bahkan tidak ada siapapun, kecuali satu orang astronot yang ditinggal pulang ke bumi oleh rekan-rekannya dalam sebuah misi di Mars, karena dikira sudah tewas akibat sebuah bencana badai. Mark Watney (Matt Damon) pun harus bertahan menjadi satu-satunya mahkluk hidup di planet kosong itu selama lebih dari 500 sol (solar day atau hitungan hari Mars, 1 sol per 24 jam 39 menit) menanti jemputan dari bumi. Nabi Adam agaknya masih lebih beruntung.

Membaca sinopsis semacam itu, mulanya saya kira Watney akan dikembangkan menjadi karakter yang depresif dan diselumuti kemurungan sepanjang film (seperti di novelnya). Sepi, gelap dan kontemplatif. Senada dengan keresahan dari karakter Vincent Kapoor (Chiwetel Ejiofor) sebagai direktur NASA: ”Kau tak bisa membayangkan apa yang ia lalui di sana. Maksudku, jaraknya 80 juta km dari bumi. Dia pikir dia benar-benar sendirian. Dia pikir kita akan menyerah menolongnya. Dan apa yang dilakukan manusia secara psikologis?”

Faktanya, yang dilakukan Watney adalah menyalurkan narsisismenya lewat diary video sembari sesekali mengeluhkan lagu-lagu disko 70-an dalam satu-satunya playlist musik yang tertinggal bersamanya. Bergurau dengan asa. Salah satu konstruksi psikologis paling menarik lagi ramah di film sci-fi.

Upaya Watney menghubungi NASA, atau menanam kentang untuk memaksa Mars beradaptasi menjadi “kediamannya” begitu memukau. Namun, tak ada yang lebih menyenangkan dari film ini dibanding setiap kali Watney bicara pada kamera seraya menunjukan arogansinya. Apakah ia benar-benar sesantai itu? Atau mungkin itulah satu-satunya cara dia menghibur diri? Yang jelas, kita akan bersimpati pada optimismenya.

Optimisme di benak penonton juga terbangun lewat scoring yang dreamy. Sekilas seperti latar suara film-film dokumenter atau National Geographic akan sebuah penemuan-penemuan semesta yang menakjubkan. Pemutaran “Starman” di The Martian mungkin juga adalah performa terbaik dari karya David Bowie di setahun terakhir penghujung usianya.

Sayang, satu jam pertama yang mempesona dari The Martian mulai terasa kendur di menit-menit berikutnya. Segalanya mulai mengampul menuju komposisi alur film sci-fi kebanyakan. Puncaknya adalah ending yang seperti tergesa dan hampa kesan. Film hebat yang ngos-ngosan sebelum waktunya.

Syahdan, The Martian cukup dimanfaatkan oleh NASA sebagai publikasi misi manusia ke Mars. Ini mengingatkan saya pada sebuah artikel cakep dari majalah Rolling Stone pada sekitar lima tahun silam, ihwal pertimbangan-pertimbangan dalam kriteria memilih astronot. Bukan pada tingkat intelegensi sainsnya, kepiawaiannya mengendalikan roket, atau hafalan nama-nama planet. Itu semua bisa dipelajari segera. Yang paling dibutuhkan justru kemampuan bertahan hidup. Naluri dan kepekaan untuk berimprovisasi pada lingkungan yang buas. Termasuk kesanggupan dalam mengelola rasa sepi. Logika yang hampir serupa dengan para pendaki gunung. Mark Watney adalah rolemodel fiksi terbaik dalam hal ini.

Pun dari masalah ego keilmuan, The Martian benar-benar sanggup memuaskan kaum sains. Coba simak, berkecambah di sana-sini situasi heroik dari kalangan ilmuwan dan praktisi biologi, astronomi, elektro, kimia, dan lain-lain. Fisikawan asal Britania, Brian Cox, bahkan menukaskan,”The Martian adalah iklan terbaik yang pernah saya lihat untuk karir teknik mesin.”

Oh, tapi ngomong-ngomong, akhirnya yang menang Oscar juga Spotlight. Paham kan maksud saya? #pegangkartupers

 

 

Best Line:

Mark Watney: They say once you grow crops somewhere, you have officially colonized it. So, technically, I colonized Mars. In your face, Neil Armstrong!

After Watch, I Listen: Jamie XX – Loud Place

 

 

 

Advertisements