Dulu aku punya kilah

Makin memutih makin menengadah

Nyatanya, kilah jadi remah-remah

Aku tak lagi punya sumpah

 

Akal ini melonjak jalang

Cuma logika yang diundang

Biar tak dibuang, iman tak disandang

Apa tuan bertuan jadi biang

 

Jika ada kenapa tak berada?

Suruh kusujud belaka pada nama?

Suruh kuminta belaka pada cita?

Mustikah di akhirnya saja aku disapa?

 

Esa, kata yang esa bertabir rupa sosialis

Kuasa mengerikan, mengancam, penasaran, fasis

Mahakejam, mencipta untuk menyiksa

Surga harusnya misi, neraka malah jadi saksi

 

‘Tak ada ruang untuk api menjilat dan bidadari gentayangan’

Galileo menampar adikodrati superfisial

Apokalips teologis sekularis habis kau diais

Kalam lahir dari iman

Iman adalah percaya pada kegelapan

Aku tak dengar apa mereka lisankan

Semua memuja, semua benar

 

Liturgi jadi mahatanya

Tanya saja terus tunggu kau mampus

Jikalau mampus kau dapat marka

Aku minta ampun atas yang cempala

 

Persimpang sujud ini aku perlahan mengingkar

Berapa sisa detikku urung dijawabnya?

Aku mau percaya, bukan takut

Aku mau percaya, bukan kalut

Aku mau percaya

 

Advertisements