10. Gribs – Istana Ilusi

 


Jika pada kover albumnya mereka menduplikasi Twisted Sisters (Love Is for Sucker), Gribs memilih Skid Row sebagai panutan sound di single perdana Thunder, “Istana Ilusi”. Untunglah, kali ini Gribs cakap menyajikannya dengan konsep naratif yang memikat.

9. Navicula – Days of War Night of Love

 


“Days of War Nights of Love” lahir dengan sound rock alternatif unggul dari tangan produser kelas dunia dan lirik ciptaan diva rock & roll ibu kota, Kartika Jahja, dari buku anarkis legendaris bertajuk sama. Sebuah rekreasi manis bagi para pejuang.

8. Rabu – Baung

 


Rabu melagukan sosok ‘baung’ (anjing jadi-jadian di legenda Jawa) serupa laiknya mendeskripsikan musiknya sendiri: “Mendamba gelap”,“Merangkul kelam”, “Menebar seram”, “Mengutuk siang”, “Hadirnya menghentikan langkahku”, “Tatapnya menggertak imanku.” 

7. Matajiwa – Semesta

 


Anda Perdana dan Reza Achman mungkin akan berpikir dua kali untuk merilis Part 2 dari kesatuan album 1 secara terpisah andaikata tak ada nomor “Semesta” di dalamnya. Dimanapun lagu ini diputar, “Semesta” membuat pendengarnya menemukan matahari terbit.

 

6. Komunitas Revolusi Mental – Salam 2 Jari

 


Dari apa saja yang diadu dengan Prabowo, Jokowi menang absolut dalam satu hal, yakni dukungan musisi dan seniman, baik kuantitas maupun kualitas. Keterlibatan Bim-Bim membuat lagu kampanye terbaik yang pernah saya dengar ini selayaknya lagu-lagu Slank di era Orde Baru. “Salam 2 Jari” tak sekedar melantangkan “Jokowi-JK!” atau “Ayo coblos Jokowi!”, melainkan promosi kuat dan representatif akan figur yang (konon) sederhana, jujur, dan bekerja. And the mission accomplished, but everything just begun.

5. Maliq & d’Essentials – Himalaya

“Himalaya” berisi bebunyian piano minimalis dengan tata suara yang lirih dibanding vokalnya. Praktis, suara Angga Puradireja adalah fundamen. Begitu hangat, suaranya seperti berada pada rongga terdekat di hati, mulai dari verse hingga reff terakhir. Kalau sudah begini, gombal liriknya tak akan lagi terhalang apapun. (“..Himalaya bahkan akan aku taklukan / Tanpa cahaya di kegelapan / Berbalutkan pelita di hatimu”)

4. Sangkakala – Sangkakala

 


Hampir seluruh lagu Sangkakala berperangai anthem, namun adalah “Sangkakala” yang paling menegaskan bahwa heavy metal dan celana loreng belum cukup jinak untuk dimuseumkan (“Buas meraung raja tega / Laksana satwa liar alam belantara / Berlari kencang, menyongsong mangsa / Mencabik lawan, nafsu menggila / Menebar sengat bahaya”).

 

3. FSTVLST – Tanah Indah Untuk Terabaikan, Rusak dan Ditinggalkan

 


Nomor FSTVLST bersama larik-larik percumbuan puitik dan rima terlegit (“Ku bangun mesinnya dari logam senjatamu / Yang menyayat-nyayatku / Merangkai sayapnya dari sampah serapahmu / Yang menampar-namparku“) berpayung sedikit post punk temaram ala The Cure, pattern bas manis, vokal melodik, dan synth yang beterbangan meneduhi kita hingga merasa nyaman sebagai terabaikan, rusak, dan ditinggalkan.

 

2. Tulus – Sepatu

 


Di album Gajah, Tulus punya lagu-lagu hebat dengan tajuk sekedarnya seperti “Baru”, “Bumerang”, dan “Gajah” . Namun, “Sepatu” adalah kejutan sebenarnya. Tatkala industri percintaan masih sibuk mengulang-ulang kata ‘bintang’, ‘langit’, dan ‘malaikat’, Tulus rileks saja melisankan, “Kita bagai sepasang sepatu / Selalu bersama tak bisa bersatu” dan “Terasa lengkap bila kita berdua / Terasa sedih bila kita di rak berbeda”, dengan kesan berlipat-lipat ganda.

 

1. Risky Summerbee & The Honeythief – Days Elapsed

 


“Yang aku rasakan, Lani bukan jadi ngepop atau apa, tapi bahwa Lani jadi dewasa di sini, untuk melihat demand yang dibutuhkan di lagu ini,” ujar Risky, tentang kolaboratornya di nomor “Days Elapsed”, Leilani Hermansyah alias Frau dengan suguhan suara yang seolah merupakan pepindan dari merdu. “Days Elapsed” adalah ketika Risky Summerbee & The Honeythief merehatkan pendekatan kompleksitas barang sejenak demi menciptakan lagu yang mesra dan ramah. Hasilnya adalah sebuah melankolia hangat yang manis bertabur sentuhan progresif dalam kadar sempurna, sebagai penutup malam-malam favorit saya di tahun ini.

Advertisements