(Pertama kali bikin liputan konser. Anjing, kacau betul. Ngakak bacanya padahal nggak lucu)

Hari kedua acara Indie Clothing Festival di Jogja Expo Centre ini bisa dikatakan jauh lebih ramai dibanding hari pertama. Antrian masuk dan tiket yang berjubel menjadi pemandangan awal begitu memasuki area gedung. Tak heran mengingat hari kedua even ini menampilkan bintang tamu yang memiliki penggemar yang cukup masiv di Yogyakarta seperti Captain Jack dan The SIGIT. Waktu menunjukan jam 8 malam. Terdengar Panggung sudah mulai digemuruhi oleh permainan dari The Frankrover, band asal Jogja yang didirikan pada tahun 2008. Mengusung genre yang mereka sebut “Dirty Rock”, Frankrover  mampu menunjukan potensi mereka ketika para penonton yang walau sebagian besar belum mengenal band ini sebelumnya, terlihat tersedot perhatiannya atas rusuhnya permainan Frankrover malam itu. Satu scene menarik terjadi ketika mereka memainkan lagu cover dari Guns N Roses berjudul “Sweet Child O’mine”, tiba-tiba secara spontan, sebagian massa yang duduk serentak berdiri dan maju ke depan panggung untuk melihat lebih dekat atas apa yang dilakukan oleh trio tersebut. Sehabis Frankrover, salah satu band yang sudah tak asing  di Yogya, yaitu Captain Jack memulai gilirannya. Seperti yang telah diduga, di rumah sendiri bukan Captain Jack namanya kalo tidak ada sing along dari Monster Jacker atas lirik demi lirik lagu seperti Monster, Penghianat, Sempurna dan Pahlawan yang tak pelak selalu menghiasi penampilan mereka. Selain itu vokal dari Momo, sang vokalis sendiri terdengar makin prima dan layak untuk didengar dibandingkan saat awal karir Captain Jack. Total membawakan 8 buah lagu, Captain Jack membuktikan bahwa mereka masih menjadi salah satu yang terbesar di Yogyakarta ini. Sehabis koor massal atas performance Captain Jack,  pasukan rock n roll dari bandung, yaitu The SIGIT  didaulat sebagai senjata pamungkas malam itu. Yang dapat dicermati dari sini adalah masih dengan music rock n roll yang identik dengan laki-laki,  makin kesini The SIGIT justru mampu memperbanyak jumlah kaum hawa sebagai penggemar mereka. Dua wanita juga sempat diajak naik ke panggung untuk diberi hadiah oleh MC, dan bahkan selanjutnya terungkap apabila salah satu dari dua wanita tersebut datang jauh-jauh dari kota Surabaya hanya untuk menyaksikan penampilan Rekti cs. Cukup lama vakum muncul di Yogya, antusiasme Insurgent Army tak mengalami degradasi sedikitpun, apalagi malam itu ditambah dengan tampilnya Acil, sang drummer yang memang terhitung sangat sering absen apabila The SIGIT bermain di jogja. Dibuka oleh “Horse”, pesta distorsi terjadi di atas panggung, dan tipikal dari penampilan The SIGIT yaitu “Talk less do more”,  lagu demi lagu digeber dengan minim jeda sehingga dengan hanya durasi sekitar 40 menit, mereka mampu menghabiskan jatah 12 lagu yang diantaranya adalah Save me, Up and down, Satan State, Provocateur, Live in new York dan tentunya lagu anthem mereka yaitu Black Amplifier yang sekaligus menutup hari kedua tersebut. Memang tak dapat dipungkiri beberapakali terjadi sound yang meleset dan error, namun The SIGIT memang bukan karakter band yang mengutamakan perfeksionis di bidang tehnis sehingga penampilan yang enerjik dan atraktif masih menjadi sajian utama, dan memang itu yang selalu diharapkan oleh para Insurgent Army yang berhasil mereka tuntaskan malam itu. http://www.jogjastock.com/penonton-penuhi-indie-clothing-festival-hari-kedua.html

Advertisements